Sebagaimana
kita ketahui bahwasannya keluarga adalah lingkungan Pendidikan yang pertama kali digeluti oleh anaknya.
Keluarga adalah lingkungan utama yang dapat membentuk watak dan karakter
manusia. Keluarga adalah lingkungan pertama dimana manusia melakukan komunikasi
dan sosialisasi diri dengan manusia lain selain dirinya. Di keluarga pula
manusia untuk pertama kalinya dibentuk baik sikap maupun kepribadiannya.
Dari keluarga anak mulai mengenal benda-benda, bahasa, bunyi-bunyian dan lingkungan
sekitarnya. Orang tua merupakan orang yang pertama kali menjadi contoh bagi
anak-anaknya mulai dari cara berbicara,
penguasaan emosi bahkan tingkah laku sehari-hari yang mereka jalani dalam
kehidupannya, dan anak merupakan peniru ulung dari keluarganya.
Ibu adalah
sosok yang paling vital dalam kehidupan anak. Ibu yang melahirkan, menyusui
,mengurus , merapikan dan memenuhi segala kebutuhannya. Ini artinya Ibu yang harus besar perannya dalam membimbing dan mengontrol anak-anaknya. Adapun
ayah, tak mungkin bisa berperan sebagimana perannya seorang ibu, karena
disamping mendidik anak, seorang ayah juga harus mencari nafkah dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidup sang istri dan anak-anaknya baik dimasa sekarang, esok
dan masa yang akan datang. Intinya, baik ayah maupun ibu, keduanya harus berfungsi sesuai fungsinya
masing-masing.
Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman yang terus
berkembang dan merupakan suatu tuntutan kehidupan
dimana peran seorang ayah menjadi bergeser fungsinya sehingga seorang ibu harus menggantikan atau membantu
peran sang ayah (bekerja untuk mencari
nafkah), dimana lapangan pekerjaan bagi kaum pria sangat minim dibandingkan dengan
lowongan perkejaan untuk perempuan (laki-laki yang berpendidikan rendah)
sehingga peran ibu pun terdominasi layaknya peran ayah yang harus bekerja
seharian demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya sang kakek dan neneknya
lah yang menggantikan peran keduanya, sehingga setiap hari anak harus menjalani
kehidupan dengan sedikit waktu bimbingan dari kedua orang tuanya khususnya ibu,
barulah ketika malam hari dan umumnya
seminggu sekali anak dapat melihat
dan berkomunikasi dengan ibunya dan
itupun jarang karena sang anak lebih sering berinteraksi dengan kakek dan
neneknya. Adapun nenek, kalau nenek itu memiliki perhatian yang besar terhadap
perkembangan jasmani dan rohani cucunya tentu akan membimbingnya soptimal
mungkin, tapi jika sebaliknya anak akan menjadi liar dan hidup tanpa arah
karena hanya mendapatkan sedikit bimbingan dari keluarganya.
Anak bukan lah
sebatas buah dari pernikahan, anak merupkan amanat sekaligus cobaan dari Yang Maha
Pencipta. Dikatakan amanat artinya orang tua bertanggung jawab sepenuhnya
terhadap anak dan akan diminta pertanggung jawabannya dikemudian hari.
Dikatakan cobaan tidak sedikit anak yang selalu membawa masalah dalam keluarga
sehingga orang tua harus menanggung malu karena kelakuan anaknya. Maka Orang tua
harus punya andil besar bahkan sudah merupakan kewajiban terhadap bimbingan perkembangan jasmani dan rohani anak-anaknya.
Orang tua tidak cukup hanya memberikan
uang, mainan bahkan hadiah-hadiah yang walaupun itu sangat mahal
harganya. Bimbingan dan pengendalian tingkah laku anak yang harus menjadi
perhatian utama. Zaman sekarang sudah
semakin canggih, anak bukan saja meniru perbuatan-perbuatan dari teman-teman
dan lingkungan keluarganya, namun sudah terbungkus rapi oleh media-media yang
sangat menentukan perkembangan tingkah laku anak , seperti acara-acara televisi
yang menyuguhkan film-film yang berpotensi kepada anak untuk melakukan hal yang
tidak baik, handphone yang didalamnya sudah terdapat aplikasi untuk menelusuri
dunia maya. Maka sangat berat tantangan orang tua sekarang dalam rangka
membendung pengaruh-pengaruh yang dapat menjerumuskan kepribadian anak.
Bagi orang tua
yang bekerja seharian, minimalisir kegiatan bermain anak, perbanyak waktunya
dengan kegiatan-kegiatan yang mengandung proses pendidikan, tempatkan anak
dilembaga-lembaga pendidikan baik itu formal maupun non formal. Kalau menginginkan
anaknya memiliki kecerdasa spritualitas
yang tinggi, disamping sekolah umum, tempatkan juga anak ditempat yang
bernuansa kerohanian seperti Pesantren. Akhir-akhir
ini remaja dan pemuda sekarang banyak yang pandai dan pintar tapi hati dan
jiwanya kurang dari nilai-nilai spiritual sehingga mudah dipengaruhi
kepribadiannya. Timbulah pemerkosan,
pencabulan, penggunaan obat-obat-obatan terlarang, penyalah gunaan obat-obatan
dan sebaginya. Meskipun banyak media
memberitakan banyak orang yang beragama tapi kelakuannya seperti tidak beragama
atau dengan kata lain banyaknya para guru/ustadz yang mencabuli bahkan
memperkosa muridnya, tapi itu tidak menjamin kebanyakan orang yang ahli agama
melakukan itu. Tugas orang tua dalam hal ini hanyalah membimbing dan
mengarahkan perkembangan jasmani dan rohani anak, orang tua hanya bisa berdoa
dan berusaha seoptimal mungkin demi keselamatan dan kebahagiaan anaknya.
No comments:
Post a Comment